Manajemen Ruang Kosong
Penyimpanan yang tidak berkesinambungan dan adanya penghapusan
data menyebabkan adanya ruang-ruang bebas di disk. Oleh karena itu diperlukan
manajemen ruang bebas. Caranya, dengan membuat daftar ruang-ruang kosong.
Informasi ruang kosong umumnya turut disimpan di dalam media penyimpanan.
Ruang-ruang kosong pada media penyimpanan perlu dicatat sehingga memudahkan
pengalokasian berkas yang akan disimpan.
·
Pada saat
terjadi alokasi berkas baru ataupun penghapusan berkas, informasi ruang kosong
akan diperbaharui.
·
Apabila ada
berkas baru yang ingin disimpan, maka ruang bebas dicari oleh daftar ini.
·
Untuk membuat
berkas baru, system mencari ke daftar tersebut untuk mencarikan tempat kosong
yang di butuhkan, lalu tempat tersebut dihilangkan dari daftar. Ketika berkas
dihapus, alamat berkas tadi ditambahkan pada daftar.
Teknik-teknik
yang dapat digunakan untuk pencatatan ruang kosong media penyimpanan adalah :
1.
Teknik Bit
Vektor
Teknik bit
vector menggunakan satu bit untuk menyatakan kosong tidaknya setiap alamat blok
media penyimpanan. Blok yang kosong ditandai dengan angka 1 dan blok yang ada
isinya ditandai dengan angka 0. Posisi bit menyatakan alamat atau nomor blok
Jumlah bit = jumlah blok logika media penyimpan Contoh: 0100100, ini berarti
blok yang kosong adalah blok ke 1 dan 4.
Kelebihan:
ü Pencarian ruang kosong secara cepat
ü Relatif sederhana dan efisien untuk mencari blok pertama
yang kosong atau berturut-turut n blok yang kosong pada disk
Kekurangan:
1.
Butuh ruang
tambahan untuk pencatatan bit-vector.
Contohnya:
Ukuran blok =
212 byte,
ukuran disk =
230 byte (1 gigabyte),
maka ruang
untuk vektor bit = 230 /212 bit = 218 (32Kb)
2.
Bit vector
tidak efisien kecuali seluruh vector disimpan dalam memori utama (dan ditulis
di disk untuk kebutuhan pemulihan). Menyimpan dalam memori utama dimungkinkan
untuk disk yang kecil pada mikro komputer, tetapi tidak untuk disk yang besar.
3.
Dengan
menggunakan vektor bit bias terjadi kesalahan dimana bit[i] = 1 pada memory dan
bit[i] = 0 pada disk. Untuk mencegah terjadinya perbedaan ini, maka pada saat
pengalokasian suatu ruang kosong untuk suatu berkas dilakukan cara berikut:
set bit[i] = 0
pada disk
alokasikan
blok[i]
set bit[i] =
0 pada memory
2.
Linked-List
Menggunakan
blok-blok kosong di media penyimpan untuk menyimpan pointer atau alamat blok
kosong berikutnya. Menyimpan pointer ke blok pertama yang kosong di tempat yang
khusus pada disk dan menyimpannya di memori. Blok kosong pertama pointer ke
blok kosong kedua, dan blok kosong kedua pointer ke blok ketiga yang kosong.
Blok kosong terakhir akan mencatat pointer yang tidak valid sebagai penanda
akhir blok yang kosong
Contoh :
kita akan
menyimpan pointer ke blok ke 1 sebagai blok kosong pertama, blok 1 akan
menyimpan pointer keblok 3, yang akan menunjuk ke blok 3, blok 3 akan menyimpan
pointer keblok 4 dan seterusnya
Kelebihan:
ü Menghemat penggunaan ruang khusus
Kelemahan:
1)
Jika terjadi
kerusakan pada salah satu blok kosong, maka pengelolaan ruang kosong menjadi
terganggu.
2)
Pengalokasian
sejumlah blok kosong ke berkas relative lebih lambat karena untuk melintasi
daftar ini kita perlu membaca tiap blok.
3)
Sulit untuk
mendapatkan ruang kosong berurutan dengan mudah.
3.
Grouping
Mengumpulkan
informasi alamat blok kosong ke blok kosong pertama. Alamat blok kosong pertama
perlu di catat secara khusus pada struktur SO.Jika blok telah terisi, maka akan
dihapus dari blok alamat kosong
4.
Counting
Memperhitungkan
rangkaian blok-blok kosong yang kontinu sebagai suatu segmen. Setiap segmen di
catat alamat blok kosong pertamanya dan jumlah blok kosong yang mengikutinya.
Informasi segmen dicatat pada tabel khusus.
IMPLEMENTASI DIREKTORI
Sebelum sebuah berkas dapat dibaca, berkas tersebut harus
dibuka terlebih dahulu. Saat berkas tersebut dibuka, sistem operasi menggunakan
path name yang dimasukkan oleh pengguna untuk mengalokasikan direktori entri
yang menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menemukan block disk tempat
berkas itu berada. Tergantung dari sistem tersebut, informasi ini dapat berupa
alamat disk dari berkas yang bersangkutan (contiguous allocation), nomor dari
blok yang pertama (keduaskema linked list), atau nomor dari inode.
Dalam semua kasus, fungsi utama dari direktori entri adalah
untuk memetakan nama ASCII dari berkas yang bersangkutan kepada informasi yang
dibutuhkan untuk mengalokasikan data.
Masalah berikutnya yang kemudian muncul adalah dimana
atribut yang dimaksud akan disimpan. Kemungkinan paling nyata adalah menyimpan
secara langsung di dalam direktori entri, dimana kebanyakan system
menggunakannya. Untuk sistem yang menggunakan inodes, kemungkinan lain adalah
menyimpan atribut ke dalam inode, selain dari direktori entri. Cara yang
terakhir ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan menyimpan dalam direktori
entri. Cara pengalokasian direktori dan pengaturan direktori dapat meningkatkan
efisiensi, performa dan kehandalan. Ada beberapa macam algoritma yang dapat
digunakan.
1.
Algoritma
Linear List
Metode paling
sederhana.Menggunakan nama berkas dengan penunjuk ke data blok.
Proses:
·
Mencari (tidak
ada nama berkas yang sama).
·
Menambah berkas
baru pada akhir direktori.
·
Menghapus
(mencari berkas dalam direktori dan melepaskan tempat yang dialokasikan).
Penggunaan
suatu berkas:
Memberi
tanda atau menambahkan pada daftar direktori bebas.
Kelemahan:
Pencarian
secara linier (linier search) untuk mencari sebuah berkas, sehingga
implementasi sangat lambat saat mengakses dan mengeksekusi berkas.
Solusi:
Linked
list dan Software Cache
2.
Algoritma Hash
Table
Linear List
menyimpan direktori entri, tetapi sruktur data hash juga digunakan.
Proses:
Hash table mengambil nilai yang dihitung dari nama berkas dan mengembalikan sebuah penunjuk ke nama berkas yang ada di linier list.
Hash table mengambil nilai yang dihitung dari nama berkas dan mengembalikan sebuah penunjuk ke nama berkas yang ada di linier list.
Kelemahan:
·
Ukuran tetap
·
Adanya
ketergantungan fungsi hash dengan ukuran hash table
Alternatif:
Chained-overflow
hash table yaitu setiap hash table mempunyai linked list dari nilai individual
dan crash dapat diatasi dengan menambah tempat pada linked list tersebut. Namun
penambahan ini dapat memperlambat.
EFISIENSI DAN UNJUK KERJA
Efisiensi tergantung pada :
Alokasi disk
dan algoritma direktori
Tipe data
yang dilindungi pada direktori file
Unjuk Kerja
disk cache –
memisahkan bagian main memori yang sering digunakan sebagai blok.
Teknik
free-behind dan read-ahead – digunakan untuk optimasi akses sequensial
Meningkatkan
unjuk kerja PC dengan menggunakan bagian memori seperti virtual disk atau RAM
disk.
RECOVERY
Data recovery adalah proses menyelamatkan data dari kerusakan, gagal, atau
tidak dapat diakses media penyimpanan sekunder ketika tidak dapat diakses
normal. Sering kali data diselamatkan dari
media penyimpanan seperti drive internal atau eksternal hard disk, solid-state
drive (SSD), USB flash drive, kaset penyimpanan, CD, DVD, RAID, dan elektronik
lainnya.
Pemulihan mungkin diperlukan karena
kerusakan fisik pada perangkat penyimpanan atau kerusakan logis untuk mencegah
sistem file yang dipasang oleh sistem operasi host. Skenario yang
paling umum, "pemulihan data" melibatkan sistem operasi (OS)
(biasanya pada disk-tunggal, tunggal-partisi, sistem single-OS), dalam hal ini
tujuannya adalah hanya untuk menyalin semua file yang diinginkan ke disk lain.
Hal ini dapat dengan mudah dicapai dengan menggunakan Live CD, banyak yang
menyediakan sarana untuk me-mount sistem drive dan disk cadangan atau removable
media, dan untuk memindahkan file dari disk sistem ke media backup dengan
manajer file atau perangkat lunak authoring cakram optik .
Kasus seperti itu dapat diatasi dengan partisi disk dan konsisten menyimpan
file data berharga (atau salinan dari mereka) pada partisi yang berbeda dari
file sistem OS diganti. Skenario lain melibatkan kegagalan disk-tingkat,
seperti sistem dikompromikan file atau partisi disk, atau kegagalan hard disk.
Dalam setiap kasus ini, data tidak dapat dengan mudah dibaca. Tergantung pada
situasi, solusi memperbaiki sistem file, tabel partisi atau master boot record,
atau teknik pemulihan hard disk mulai dari pemulihan berbasis perangkat lunak
data rusak, hardware-software pemulihan berbasis wilayah pelayanan yang rusak
(juga dikenal sebagai hard drive "firmware"), untuk penggantian
hardware pada disk yang rusak secara fisik.
Jika pemulihan hard disk diperlukan, disk itu sendiri biasanya telah gagal, dan
fokusnya adalah lebih pada pemulihan satu kali, menyelamatkan apa pun data yang
dapat dibaca. Dalam skenario ketiga, file sudah "dihapus" dari media
penyimpanan. Biasanya, isi dari file yang dihapus tidak segera dihapus dari
drive, melainkan referensi kepada mereka dalam struktur direktori yang dihapus,
dan ruang yang mereka tempati dibuat tersedia untuk nanti Timpa. Sementara itu,
isi file asli tetap, sering di sejumlah fragmen terputus, dan mungkin dapat
dipulihkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar