Kamis, 19 Februari 2015

BASIS DATA


HIRARKI DAN STRUKTUR  FILE 

 
1. FILE

            File yang diartikan sebagai kumpulan record yang saling terhubung, dimana keterhubungan recor-recordnya berdasarkan suatu criteria yang ditentukan secara terdefenisi.

            Struktur yang dirancang akan memuat data yang diorganisasi untuk memudahkan pengambilan, pencarian, pengubahan serta penghapusan. Struktur file merupakan tatanan data pada media penyimpanan sekunder.

 

KARAKTERISIK FILE

            Karakteristik file secara umum sebagai berikut :

1.      Persistensi : file yang disimpan dapat bertahan lama dan kemampuan untuk dapat diakses berulang kali dan sewaktu-waktu

2.      Sharability : File yang dapat digunakan secara bersama dan beragam pemakai untuk setiap program

3.      Size : File yang memiliki ukuran yang relative lebih besar dibanding dengan memory utama (Random Access Memory)

 

KARAKTERISIK FILE SECARA KHUSUS

1.      File dapat dibuat dan dihapus

2.      File memiliki nama yang unik sehingga dapat dilakukan pembedahan antara satu file dengan file lainnya

3.      File memiliki device parameter, dimana setiap device (perangkat) memiliki parameter tersendiri. Misalnya :

§  Perangkat Tape memiliki mode akses secara sikuensial dan tidak dapat dilakukan akses secara langsung (direct access)

§  Perangkat CD-ROM, pengaksesan yang dapat dilakukan bersifat query tanpa melakukan pengaksesan yang bersifat modify (mengubah).

 
2. PENGKSESAN FILE

            Mode pengaksesan terhadap file dapat dibedakan sebagai berikut :

1.      Pengambilan record, dapat berupa :

§  Pengambilan satu record tertentu

§  Pengambilan sekumpulan record dengan kriteria tertentu

§  Pengambilan seluruh record

2.      Pembaharuan record, dapat berupa :

§  Pembaharuan nilai record

§  Penghapusan record

3.      Penambahan record terhadap file

4.      Reorganisasi file yaitu rekonstruksi file untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi daripada performansinya


2.1. PENGELOMPOKAN FILE SECARA UMUM

Pengelompokan file secara umum dilakukan sebagai berikut :

1.      Master file

Merupakan file induk yang menjadi acuan utama dalam suatu proses :

§  Tidak boleh diperbaharui selama proses berlangsung selama kurun waktu tertentu

§  Selalu dipergunakan dalam siklus proses

§  Berisi acuan informatif, seperti :

a.       Bersifat statis, contoh : Nama, NIM dan lain-lain

b.      Bersifat dinamis, contoh : Nilai/ harga, Indeks

2.      Transaction file

Merupakan file yang terbentuk hasil pengolahan akibat dari suatu transaksi dengan sifat :

  1. Dapat diperbaharui
  2. Bersifat dinamis
  3. Dipergunakan untuk memperbaharui master file

3.      History file

Merupakan hasil pengolahan data sebelumnya dan disimpan dengan sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Tidak aktif dalam selang waktu tertentu
  2. Data tersimpan secara padat (Misalnya ZIP, RAR, File-file Kompres)
  3. Kecepatan akses tidak begitu penting
  4. Sering disebut  the old master file

4.      Reference file

Merupakan file dari hasil proses yang tersimpan dalam media storage berupa data sebagai acuan, misalnya : daftar harga dari sesuatu, dimana nilai data sangat relatif (jarang diperbaiki)

 

2.2. PENGELOMPOKAN FILE BERDASARKAN PEMROSESAN

 

Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan kebutuhan pemrosesan terhadap :

1.      File Input / Output (I/O)

File I/O dibuat dan disesuaikan pengelompokannya menurut spesifikasi interface yang digunakan dalam pembuatan atau pemakaian dari pada file

2.      File Kerja (Temporer)

Merupakan file yang terbuat akibat adanya suatu transaksi menurut jenis pengolahannya

3.      Dump File

Merupakan file yang dibuat untuk tujuan pengamanan (proteksi) terhadap kinerjanya atau kandungan informasi yang dihasilkan

4.      Library File

Merupakan file yang digunakan dalam memperlancar proses-proses lain. Pustaka file ini sebagai external proses dan biasanya digunakan oleh suatu compiler dan membuat suatu file untuk kebutuhan proses tertentu, dimana spesifikasi external file tersebut bersifat statis (tidak pernah berubah oleh proses).

 

 

3. KONSEP FILE

            Penyimpanan data dalam file pada media simpan (dalam memory sekunder), dimana sistem operasi memberikan suatu abstraksi properti-properti storage device dengan mendefenisikan unit penyimpanan logika.

            File yang dibuat selalu dibubuhi dengan suatu label (nama) dalam unit penyimpanan yang didefenisikan oleh developer file. Terdapat banyak tipe seperti program sumber, program yang dapat dieksekusi (aplikasi), data numerik, data teks, data citra / gambar (image), rekaman / suara (sound).

 

PENAMAAN (NAMING)

            Aturan penamaan file adalah sepenuhnya bergantung pada sistem operasi yang digunakan, perbedaan-perbedaan tersebut antara lain :

1.      Sistem case-sensitive : membedakan huruf kecil dan huruf besar

2.      Sistem case-unsensitive : tidak membedakan huruf kecil dan huruf besar

 

ATRIBUT FILE

            Merupakan argumen tambahan pada file sebagai karakteristik untuk dapat dibedakan oleh sistem operasi yang akan menggunakannya. Karakteristik tersebut antara lain :

1.      Nama

Nama file simbolik adalah suatu sebutan terhadap file yang akan membedakan antara satu file dengan file yang lain sehingga secara spesifik dapat dikenali satu sama lainnya.

2.      Tipe

Merupakan spesifikasi informasi file yang menyatakan kelompok file tersebut. Kelompok ini berguna bagi aplikasi yang digunakan

3.      Ukuran

Informasi menyangkut besar (bobot) file yang dibuat. Bobot ini sangat penting dalam hubungannya dalam kemampuan penampungan media simpan yang digunakan

4.      Proteksi

Informasi mengenai hak penggunaan file baik menyangkut pembacaan, penulisan, pengeksekusian, dan lain sebagainya.

5.      Waktu, Tanggal, dan Identifikasi Pembuat (Owner)

Merupakan informasi yang dibuat untuk menjelaskan waktu, tanggal, pembuat dari file.Data ini dapat dijadikan sebagai pengamatan (monitoring) pada proteksi dan penggunaan file.

 

TIPE FILE

            Berbagai sistem operasi memiliki akses yang berbeda-beda terhadap file, berikut  tipe file dibedakan antara lain :

1.      File Register

Berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan Biner. Koposisi file ASCII  berisi teks sedangkan komposisi file Biner terdiri kode-kode tertentu dan bentuk sandi yang hanya dikenal oleh sistem operasi itu sendiri dan biasanya ekstensi file tersebut dalam EXEcutable dan COMmand. Exe boleh terdiri dari beberapa segmen, 1 segmen 64 KB sedangkan Com hanya terdiri dari maksimum 1 segmen.

 

 

2.      File Directory

File directory merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File directory berisi file-file directory dan non directory

 

4. OPERASI-OPERASI  FILE

            Operasi-operasi untuk memanipulasi file dikelompokkan dengan :

1.      Penciptaan File

Penciptaan file membutuhkan langkah sebagai berikut :

§  Tersedia ruang dalam memory sekunder dan sistem operasi harus mengenali ruang tersebut (format sesuai dengan sistem operasi yang digunakan)

§  File baru harus dicatatkan dalam directory, dimana rekaman file akan dimuat dalam directory tersebut

2.      Penulisan File

System call penulisan file dengan spesifikasi nama file, sistem akan mencari dalam directory untuk menemukan lokasi file tersebut. Sistem juga menyimpan informasi pointer dari setiap penulisan file dan lokasinya

3.      Pembacaan File

System call pembacaan file menspesifikasikan nama file dan lokasi (di memory) dan pencarian letak blok file

4.      Penggeseran Posisi

Operasi ini sering disebut dengan seek. Dengan operasi ini pointer dalam file dapat diubah sehingga pembacaan dapat dilakukan

5.      Penghapusan File

Setelah file  yang dimaksudkan ditemukan dalam directory, selanjutnya dilakukan pembebasan ruang / hole yang digunakan oleh file tersebut untuk dapat digunakan oleh proses lain Perhatikan tabel 3.1. berikut :

 

Tabel 3.1. Jenis-jenis instruksi file

Operasi
Deskripsi
Create
Delete
Open
Close
 
 
Read
Write
 
Append
 
Seek
 
Get Atributes
Set Attributes
Rename
Membuat file
Menghapus file
Membuka file
Menutup file untuk menyimpan semua informasi ke file dan mendealokasikan sumber daya yang digunakan
Membaca data pada file
Memodifikasi data pada file dengan posisi yang ditunjuk
Menambah data pada file dan biasanya dilakukan diakhir file
Mencari lokasi tertentu, dan biasanya direct access (file acak)
Membaca atribut file
Menulis (modifikasi) atribut-atribut file
Mengganti nama file

 

 

 

 

III.5. DIRECTORY

            Beberapa konsep penting mengenai directory sebagai berikut :

1.      Hirarki Directory

Merupakan struktur tingkatan directory dan biasanya berbentuk pohon. Dalam suatu directory dapat dimuat beberapa sub directory dan seterusnya. Dalam directory maupun dalam sud directory dapat dimuat satu atau beberapa file. Dalam modus Sistem Operasi DOS jumlah directory tersebut ± 110 buah

2.      Jalur Akses (Path Name)

File yang diorganisasi dengan sistem pohon directory maka pembuatan nama harus spesifik. Masalah penemanaan file dilakukan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif. Jalur tersebut ada 2 yaitu :

  1. Absolute path name (nama jalur absolut)

Nama jalur dari root directory ke file yang bernilai unik

  1. Relative path name (nama jalur relatif)

Menyatakan satu directory sebagai current directory. Nama jalur tidak dimulai dari root directory melainkan dari current directory.

 

MANIPULASI DIRECTORY

            Manipulasi ini meliputi :

§  Perpindahan keaktifan directory

§  Penciptaan directory

§  Penghapusan directory

Penghapusan dilakukan bila :

a.       Tidak sedang digunakan

b.      Directory telah kosong

 

OPERASI DIRECTORY

            Perhatikan tabel 3.2. berikut :

     Tabel 3.2. Operasi-operasi directory

Operasi
Deskripsi
Create
Delete
Open Directory
Close Directory
Read Directory
Rename
Link
UnLink
Membuat directory
Menghapus directory
Membuka directory
Menutup directory
Membaca isi directory
Mengganti nama directory
Menghubungkan directory terhadap suatu file
Memutuskan hubungan directory dengan file

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar