Kamis, 19 Februari 2015

Basis Data 2


Basis data (database) adalah Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Dalam maksud yang sama, bisa juga diartikan sebagai sekumpulan informasi yang disusun sedemikian rupa untuk dapat diakses oleh sebuah software tertentu.

 

    Database tersusun atas bagian yang disebut field dan record yang tersimpan dalam sebuah file. Sebuah field merupakan kesatuan terkecil dari informasi dalam sebuah database. Sekumpulan field yang saling berkaitan akan membentuk record.

 

 

Tiga faktor utama yang membentuk suatu database adalah sebagai berikut.

 

·          field di dalam database diartikan sebagai identitas spesifik dari sebuah objek. Misal objeknya mobil, field warnanya biru, field bahan bakar solar, dst

·          record secara umum artinya merekam, atau rekaman. Di dalam database disebut juga sebagai kumpulan identitas dari satu object. Kumpulan dari beberapa field tentang satu objek. Misalnya database tentang mobil, masing-masing mobil memiliki satu record yang datanya disimpan di dalam berbagai field.

·          file adalah arsip yang disimpan dalam suatu media, yang terdiri dari kumpulan karakter, dan didokumentasikan dalam bentuk data digital oleh komputer.

 

 

Adapun Struktur Database adalah: Database File/TableRecord Elemen data/Field dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu:

 

1.       Bersifat data oriented dan bukan program oriented.

2.       Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.

3.       Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.

4.       Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah

5.       Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

 

 

Hubunga logis file dapat diperoleh dengan hubungan eksplisit dan implisit. Hubungan eksplisit, antara record dari beberapa file dengan menyusun record-record tersebut dalam suatu hirarkhis, yang disebut struktur hirarkhis adalah dimana setiap catan pada suatu tingkat dapat dihubungkan ke berbagai record setingkat lebih rendah.Meskipun struktur hirarkhis mempunyai kemampuan luar biasa dalam mengatasi kendala-kendala fisik, namun penggunaan hubungan eksplisit tersebut masih mempunyai kelemahan. Hubungan implisit, hubungan antar record yang tidak harus dinyatakan secara eksplisit, link field khusus tidak perlu disertakan dalam record. Pendekatan ini disebut dengan struktur relasional dan menggunakan hubungan implisit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari record data yang telah ada.

Pengguna dan spesialis informasi dibebaskan dari keharusan mengidentifikasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database, dan prinsip utama database adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali.

 

 

Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

 

ü   Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan

ü   Data dalam jumlah besar.

ü   Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).

ü   Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan inkonsisten data.

 

 

Pengertian dari database terdistribusi adalah, Semua perusahaan atau organisasi yang menggunakan Relation Database Management System (RDBMS) biasanya mempunyai database yang banyak atau tidak hanya satu. Oleh karena itu kenapa mereka biasanya menggunakan konsep sistem terdistribusi dalam implementasinya.

 

 

Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain:

 

1.       Perbedaan database biasanya didasarkan pada fungsionalitas dari database itu sendiri, misalkan untuk bagian keuangan, pemasaran ataupun sumberdaya manusia.

2.       Perbedaan database juga biasanya didasarkan pada letak geografis yang ada, semisal untuk dalam satu kota.

3.       Perbedaan database juga biasanya didasarkan pada bagaimana cara mengaksesnya misalkan untuk database transaksi atau untuk penggudangan data (data warehouse).

4.       Database pada internet Commerce biasanya diduplikasi sebagai cadangan dengan skala kemampuan yang sama.

5.       Database juga dibedakan untuk sistem yang sedang berjalan ataupun untuk yang sedang dikembangkan.

 

 

Untuk mengakomodasi kebutuhan itu maka oracle membentuk suatu skema yang memungkinkan semuanya bisa terjadi dengan konsep sistem terdisribusi. Selain struktur database juga mempunyai konsep atau rancangan yang biasa di sebut dengan konsep database diantaranya adalah konsep terdistribusi.

 

 

Konsep database terdistribusi adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).

 

 

Independensi data diperoleh dengan menempatkan spesifikasi data dalam tabel data dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.

 

 

Hirarkhi data dalam konsep system database yaitu Database, File, Record, dan Elemen Data. Teknologi sistem database terdistribusi dimana kuncinya adalah integrasi, bukan sentralisasi, serta teknologi ini mencoba untuk mencapai integrasi tanpa sentralisasi.

 

 

Database terdistribusi berbeda dengan database terdesentralisasi, dimana database terdistribusi merupakan suatu database tunggal logik yang secara fisik disebarkan kepada komputer-komputer pada banyak lokasi yang kemudian saling dikoneksikan oleh link data komunikasi. Sedangkan database terdesentralisasi merupakan koleksi database independen pada komputer yang tidak terhubung dalam suatu jaringan. Suatu sistem database terdistribusi terdiri atas situs-situs yang saling berpasangan yang tidak saling membagi komponen fisik. Sistem database akan berjalan pada situs yang independen.

Dalam menyusun suatu data terdistribusi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 

1.       Replikasi data, data-data harus tetap up-to-date tanpa kompromisasi pada performansi

2.       Akses yang terjadi secara bersamaan, harus menghindari terjadinya kesalahan pada data

o                    Masalah keamanan

o                    Masalah reliabilitas.

 

 

 

Sistem database terdistribusi pada Oracle mengijinkan aplikasi-aplikasi untuk mengakses data dari database yang lokal maupun jauh. Dalam sebuah sistem database terdistribusi homogen setiap database merupakan Oracle Database, sedangkan pada sistem database terdistribusi heterogeneous paling sedikit satu diantara sekumpulan database bukan merupakan Oracle Database. Distribusi basis data menggunakan arsitektur client/server untuk memproses permintaan informasi.

 

 

Tahap-tahap atau faktor terciptanya database adalah sebagai barikut, dari pengertiannya database sendiri database dapat diartikan sebagai sekumpulan data atau fakta yang saling berhubungan dan di susun menjadi satu kesatuan dan disimpan secara bersamaan. Proses terciptanya suatu database terjadi dari beberapa tahap yaitu, menentukan kebutuhan data, menjelaskan data, dan memasukkan data ke dalam database.

 

 

1.       Menentukan kebutuhan data.

 

    Mendefenisikan kebutuhan data adalah langkah kunci dalam CBIS (computer based information system, sistem informasi berbasis kamputer). Ada dua pendekatan dalam tahap ini yaitu pendekatan berorientasi proses dengan cara mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan yaitu mendefinisikan masalah, menetapkan data untuk diproses sebagai informasi, kemudian mendefinisikan informasi yang diperlukan selanjutnya memproses dan mengolah informasi, selanjutnya proses terakhir adalah mengambil keputusan dalam pemecahan masalah. Yang kedua adalah pendekatan model perusahaan. Pendekatan ini untuk mengatasi kelemahan pendekatan yang pertama (sukar mengaitkan data suatu sistem ke data sistem lain). Oleh karenanya diatasi dengan menentukan seluruh kebutuhan data perusahaan dan kemudian menyimpan data tersebut dalam database.

 

2.       Menjelaskan data.

 

    Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, maka elemen data tersebut dijelaskan dalam bentuk kamus data (data dictionary). Kamus data adalah suatu ensiklopedi dari informasi yang berkenaan dengan data organisasi/perusahaan, dan penjelasan ini dikomunikasikan kepada komputer melalui data description language - DDL, yang menghasilkan skema. Subskema mencerminkan kebutuhan para pemakai individual.

 

3.       Memasukkan data.

 

    Setelah skema dan subskema diciptakan data dapat dimasukkan kedalam database. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan data langsung ke dalam DBMS (database management system), membaca data dari pita atau piringan atau melakukan scan data secara optis. Data siap untuk digunakan setelah berada dalam database.

 

 

Setelah tahap penciptaan selesai dan database telah terbentuk maka database tersebut akan digunakan atau dipakai. Pengguna atau pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Istilah query adalah permintaan informasi dari database, dan arti dari query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query atau permintaan informasi atau datatersebut. Permintaan-permintaan tersebut akan di eksekusi atau di jalankan oleh database dengan proses sebagai berikut.

 

1.       Data Manipulation Language (DML) menentukan DBMS (database management system) data apa yang diperlukan.

2.       DBMS memeriksa skema dan subskema untuk menguji bahwa data ada dalam database.

3.       DBMS meneruskan permintaan data ke sistem operasi.\

4.       DBMS mengambil data dan memasukkannya ke dalam area penyimpanan buffer khusus dalam penyimpanan primer.

5.       Data tersebut ditransfer ke dalam area input program aplikasi.

6.       DBMS mengembalikan pengendalian ke program aplikasi.

7.       Program aplikasi menggunakan data.

BASIS DATA


HIRARKI DAN STRUKTUR  FILE 

 
1. FILE

            File yang diartikan sebagai kumpulan record yang saling terhubung, dimana keterhubungan recor-recordnya berdasarkan suatu criteria yang ditentukan secara terdefenisi.

            Struktur yang dirancang akan memuat data yang diorganisasi untuk memudahkan pengambilan, pencarian, pengubahan serta penghapusan. Struktur file merupakan tatanan data pada media penyimpanan sekunder.

 

KARAKTERISIK FILE

            Karakteristik file secara umum sebagai berikut :

1.      Persistensi : file yang disimpan dapat bertahan lama dan kemampuan untuk dapat diakses berulang kali dan sewaktu-waktu

2.      Sharability : File yang dapat digunakan secara bersama dan beragam pemakai untuk setiap program

3.      Size : File yang memiliki ukuran yang relative lebih besar dibanding dengan memory utama (Random Access Memory)

 

KARAKTERISIK FILE SECARA KHUSUS

1.      File dapat dibuat dan dihapus

2.      File memiliki nama yang unik sehingga dapat dilakukan pembedahan antara satu file dengan file lainnya

3.      File memiliki device parameter, dimana setiap device (perangkat) memiliki parameter tersendiri. Misalnya :

§  Perangkat Tape memiliki mode akses secara sikuensial dan tidak dapat dilakukan akses secara langsung (direct access)

§  Perangkat CD-ROM, pengaksesan yang dapat dilakukan bersifat query tanpa melakukan pengaksesan yang bersifat modify (mengubah).

 
2. PENGKSESAN FILE

            Mode pengaksesan terhadap file dapat dibedakan sebagai berikut :

1.      Pengambilan record, dapat berupa :

§  Pengambilan satu record tertentu

§  Pengambilan sekumpulan record dengan kriteria tertentu

§  Pengambilan seluruh record

2.      Pembaharuan record, dapat berupa :

§  Pembaharuan nilai record

§  Penghapusan record

3.      Penambahan record terhadap file

4.      Reorganisasi file yaitu rekonstruksi file untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi daripada performansinya


2.1. PENGELOMPOKAN FILE SECARA UMUM

Pengelompokan file secara umum dilakukan sebagai berikut :

1.      Master file

Merupakan file induk yang menjadi acuan utama dalam suatu proses :

§  Tidak boleh diperbaharui selama proses berlangsung selama kurun waktu tertentu

§  Selalu dipergunakan dalam siklus proses

§  Berisi acuan informatif, seperti :

a.       Bersifat statis, contoh : Nama, NIM dan lain-lain

b.      Bersifat dinamis, contoh : Nilai/ harga, Indeks

2.      Transaction file

Merupakan file yang terbentuk hasil pengolahan akibat dari suatu transaksi dengan sifat :

  1. Dapat diperbaharui
  2. Bersifat dinamis
  3. Dipergunakan untuk memperbaharui master file

3.      History file

Merupakan hasil pengolahan data sebelumnya dan disimpan dengan sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Tidak aktif dalam selang waktu tertentu
  2. Data tersimpan secara padat (Misalnya ZIP, RAR, File-file Kompres)
  3. Kecepatan akses tidak begitu penting
  4. Sering disebut  the old master file

4.      Reference file

Merupakan file dari hasil proses yang tersimpan dalam media storage berupa data sebagai acuan, misalnya : daftar harga dari sesuatu, dimana nilai data sangat relatif (jarang diperbaiki)

 

2.2. PENGELOMPOKAN FILE BERDASARKAN PEMROSESAN

 

Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan kebutuhan pemrosesan terhadap :

1.      File Input / Output (I/O)

File I/O dibuat dan disesuaikan pengelompokannya menurut spesifikasi interface yang digunakan dalam pembuatan atau pemakaian dari pada file

2.      File Kerja (Temporer)

Merupakan file yang terbuat akibat adanya suatu transaksi menurut jenis pengolahannya

3.      Dump File

Merupakan file yang dibuat untuk tujuan pengamanan (proteksi) terhadap kinerjanya atau kandungan informasi yang dihasilkan

4.      Library File

Merupakan file yang digunakan dalam memperlancar proses-proses lain. Pustaka file ini sebagai external proses dan biasanya digunakan oleh suatu compiler dan membuat suatu file untuk kebutuhan proses tertentu, dimana spesifikasi external file tersebut bersifat statis (tidak pernah berubah oleh proses).

 

 

3. KONSEP FILE

            Penyimpanan data dalam file pada media simpan (dalam memory sekunder), dimana sistem operasi memberikan suatu abstraksi properti-properti storage device dengan mendefenisikan unit penyimpanan logika.

            File yang dibuat selalu dibubuhi dengan suatu label (nama) dalam unit penyimpanan yang didefenisikan oleh developer file. Terdapat banyak tipe seperti program sumber, program yang dapat dieksekusi (aplikasi), data numerik, data teks, data citra / gambar (image), rekaman / suara (sound).

 

PENAMAAN (NAMING)

            Aturan penamaan file adalah sepenuhnya bergantung pada sistem operasi yang digunakan, perbedaan-perbedaan tersebut antara lain :

1.      Sistem case-sensitive : membedakan huruf kecil dan huruf besar

2.      Sistem case-unsensitive : tidak membedakan huruf kecil dan huruf besar

 

ATRIBUT FILE

            Merupakan argumen tambahan pada file sebagai karakteristik untuk dapat dibedakan oleh sistem operasi yang akan menggunakannya. Karakteristik tersebut antara lain :

1.      Nama

Nama file simbolik adalah suatu sebutan terhadap file yang akan membedakan antara satu file dengan file yang lain sehingga secara spesifik dapat dikenali satu sama lainnya.

2.      Tipe

Merupakan spesifikasi informasi file yang menyatakan kelompok file tersebut. Kelompok ini berguna bagi aplikasi yang digunakan

3.      Ukuran

Informasi menyangkut besar (bobot) file yang dibuat. Bobot ini sangat penting dalam hubungannya dalam kemampuan penampungan media simpan yang digunakan

4.      Proteksi

Informasi mengenai hak penggunaan file baik menyangkut pembacaan, penulisan, pengeksekusian, dan lain sebagainya.

5.      Waktu, Tanggal, dan Identifikasi Pembuat (Owner)

Merupakan informasi yang dibuat untuk menjelaskan waktu, tanggal, pembuat dari file.Data ini dapat dijadikan sebagai pengamatan (monitoring) pada proteksi dan penggunaan file.

 

TIPE FILE

            Berbagai sistem operasi memiliki akses yang berbeda-beda terhadap file, berikut  tipe file dibedakan antara lain :

1.      File Register

Berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan Biner. Koposisi file ASCII  berisi teks sedangkan komposisi file Biner terdiri kode-kode tertentu dan bentuk sandi yang hanya dikenal oleh sistem operasi itu sendiri dan biasanya ekstensi file tersebut dalam EXEcutable dan COMmand. Exe boleh terdiri dari beberapa segmen, 1 segmen 64 KB sedangkan Com hanya terdiri dari maksimum 1 segmen.

 

 

2.      File Directory

File directory merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File directory berisi file-file directory dan non directory

 

4. OPERASI-OPERASI  FILE

            Operasi-operasi untuk memanipulasi file dikelompokkan dengan :

1.      Penciptaan File

Penciptaan file membutuhkan langkah sebagai berikut :

§  Tersedia ruang dalam memory sekunder dan sistem operasi harus mengenali ruang tersebut (format sesuai dengan sistem operasi yang digunakan)

§  File baru harus dicatatkan dalam directory, dimana rekaman file akan dimuat dalam directory tersebut

2.      Penulisan File

System call penulisan file dengan spesifikasi nama file, sistem akan mencari dalam directory untuk menemukan lokasi file tersebut. Sistem juga menyimpan informasi pointer dari setiap penulisan file dan lokasinya

3.      Pembacaan File

System call pembacaan file menspesifikasikan nama file dan lokasi (di memory) dan pencarian letak blok file

4.      Penggeseran Posisi

Operasi ini sering disebut dengan seek. Dengan operasi ini pointer dalam file dapat diubah sehingga pembacaan dapat dilakukan

5.      Penghapusan File

Setelah file  yang dimaksudkan ditemukan dalam directory, selanjutnya dilakukan pembebasan ruang / hole yang digunakan oleh file tersebut untuk dapat digunakan oleh proses lain Perhatikan tabel 3.1. berikut :

 

Tabel 3.1. Jenis-jenis instruksi file

Operasi
Deskripsi
Create
Delete
Open
Close
 
 
Read
Write
 
Append
 
Seek
 
Get Atributes
Set Attributes
Rename
Membuat file
Menghapus file
Membuka file
Menutup file untuk menyimpan semua informasi ke file dan mendealokasikan sumber daya yang digunakan
Membaca data pada file
Memodifikasi data pada file dengan posisi yang ditunjuk
Menambah data pada file dan biasanya dilakukan diakhir file
Mencari lokasi tertentu, dan biasanya direct access (file acak)
Membaca atribut file
Menulis (modifikasi) atribut-atribut file
Mengganti nama file

 

 

 

 

III.5. DIRECTORY

            Beberapa konsep penting mengenai directory sebagai berikut :

1.      Hirarki Directory

Merupakan struktur tingkatan directory dan biasanya berbentuk pohon. Dalam suatu directory dapat dimuat beberapa sub directory dan seterusnya. Dalam directory maupun dalam sud directory dapat dimuat satu atau beberapa file. Dalam modus Sistem Operasi DOS jumlah directory tersebut ± 110 buah

2.      Jalur Akses (Path Name)

File yang diorganisasi dengan sistem pohon directory maka pembuatan nama harus spesifik. Masalah penemanaan file dilakukan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif. Jalur tersebut ada 2 yaitu :

  1. Absolute path name (nama jalur absolut)

Nama jalur dari root directory ke file yang bernilai unik

  1. Relative path name (nama jalur relatif)

Menyatakan satu directory sebagai current directory. Nama jalur tidak dimulai dari root directory melainkan dari current directory.

 

MANIPULASI DIRECTORY

            Manipulasi ini meliputi :

§  Perpindahan keaktifan directory

§  Penciptaan directory

§  Penghapusan directory

Penghapusan dilakukan bila :

a.       Tidak sedang digunakan

b.      Directory telah kosong

 

OPERASI DIRECTORY

            Perhatikan tabel 3.2. berikut :

     Tabel 3.2. Operasi-operasi directory

Operasi
Deskripsi
Create
Delete
Open Directory
Close Directory
Read Directory
Rename
Link
UnLink
Membuat directory
Menghapus directory
Membuka directory
Menutup directory
Membaca isi directory
Mengganti nama directory
Menghubungkan directory terhadap suatu file
Memutuskan hubungan directory dengan file